baru saja menasihati seseorang untuk sesekali melakukan apa yang ia mau, bukan melulu hanya demi menjaga apa yang sudah ada dan menyenangkan orang-orang di sekitarnya. nyatanya sampai sekarang diri sendiri pun belum bisa melakukannya. berbicara memang selalu lebih mudah. habis mau bagaimana lagi? untuk mengikuti keinginan sendiri pasti akan ada pihak yang dirugikan. atau mungkin pada dasarnya keinginan-keinginan itu adalah salah dan memang tidak seharusnya dipenuhi. pemikiran itu sudah saya tanamkan setiap hari. tapi keinginan untuk sesekali menjadi egois itu semakin lama semakin besar dan saya semakin merasa bersalah karenanya. mengapa saya tidak bisa tulus dalam menyenangkan orang lain? seharusnya kalau memang ingin tidak merugikan pihak lain, lakukanlah dengan ikhlas, bukan seperti ini caranya. atau sekalian saja jadi orang jahat, daripada munafik. ah, ya, saya memang munafik.
--v
0 comments:
Post a Comment